
Pelabuhan Boom Baru Palembang didirikan pada 1924 sebagai pelabuhan pengganti dengan penguasa pelabuhan yang disebut Haven Meester. Sebelumnya, pelabuhan yang berfungsi melayani pelayaran kapal-kapal besar berada di kawasan Sungai Rendang (sekarang area kawasan 16 Ilir). Berkembangnya jalur perdagangan di Palembang yang semakin pesat maka perdagangan arus keluar masuk kapal pun meningkat. Karena pelabuhan sudah dinilai tak memiliki kemampuan lagi dalam menampung arus kapal beserta bongkar muatnya, pemerintah membuat kebijakan memindahkan pelabuhan Palembang. Pemindahan pelabuhan ini sudah beberapa kali terjadi. Pertama pada 1821, setelah Belanda berhasil menguasai Palembang, pelabuhan dibangun depan Benteng Kuto Besak sekarang Perbekalan dan Angkutan Komando Daerah Militer (Bek Ang Kodam) II Sriwijaya atau lebih dikenal sebagai Boom Jati.