Tampilkan postingan dengan label palembang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label palembang. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Januari 2012

Situs Ki Gede Ing Suro Palembang


Kompleks Makam Ki Gede Ing Suro Tuo ( poto dari detik )

Melihat lihat sejarah kota palembang juga tidak akan terlepas dari sebuah situs yaitu sebuah komplek pemakaman kuno, yang dibangun sekitar pertengahan abad ke 16 yang dikenal dengan sebutan situs Ki Gede Ing Suro. Ki Gede Ing Suro sendiri merupakan pendiri Kerajaan Islam Palembang yang kemudian menjadi Kesultanan Palembang Darussalam.

Ki Gede Ing Suro merupakan putra dari Ki Gede Ing Lautan salah satu dari 24 bangsawan yang menyingkir ke palembang setelah terjadi kekacauan di Kerajaan Islam terbesar di pulau jawa, Demak.

Minggu, 21 Juni 2009

SEJARAH KOTA PALEMBANG

Bangunan Tempo dulu (poto dari : palembang)

Kota Palembang merupakan kota tertua di Indonesia berumur setidaknya 1.382 tahun jika berdasarkan prasasti Sriwijaya yang dikenal sebagai prasasti Kedudukan Bukit. Menurut Prasasti yang berangka 16 Juni 682. Pada saat itu oleh penguasa Sriwijaya didirikan Wanua di daerah yang sekarang dikenal sebagai kota Palembang. Menurut topografinya, kota ini dikelilingi air, bahkan terendam air. Air bersumber baik dari sungai maupun rawa, juga air hujan. Bahkan saat ini kota Palembang masih terdapat 52,24 % tanah yang tergenang air (data Statistik 1990). Hal ini memungkinkan karena kondisi inilah maka nenek moyang orang-orang kota ini menamakan kota sebagai Palembang. Dalam bahasa melayu Pa atau Pe sebagai kata tunjuk suatu tempat atau keadaan. Sedangkan lembang atau lembeng artinya tanah yang rendah, lembah akar yang membengkak karena lama terendam air (menurut kamus melayu). Adapun menurut bahasa melayu-Palembang, lembang atau lembeng adalah genangan air. Jadi Palembang adalah suatu tempat yang digenangi air.

Sabtu, 11 Oktober 2008

KAIN SONGKET PALEMBANG

Songket Palembang
 Masyarakat Palembang mulai mengenal kain songket sejak zaman kerajaan Sriwijaya. Tepatnya sekitar abad VII Masehi. Pada masa itu kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan yang kaya raya.

Emas sebagai logam mulia melimpah ruah.
Sebagian emas dikirim ke negeri Siam untuk diolah menjadi benang emas yang akan digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kain songket. Tapi ada pula yang berpendapat lain. Benang emas yang digunakan sebagai bahan pembuatan kain songket adalah benang emas yang diimpor dari Cina. Dikirimnya bersamaan dengan benang-benang sutra lainnya.