Sabtu, 14 Januari 2012

Tarian Adat Palembang (Gending Sriwijaya dan Tanggai)


Gending Sriwijaya
Tarian ini digelar untuk menyambut para tamu istimewa yang bekunjung ke Palembang, seperti kepala negara, tamu negara, serta  menteri kabinet, kepala negara / pemerintahan negara sahabat, duta - duta besar  atau yang dianggap setara dengan itu.
Untuk menyambut para tamu agung itu digelar suatu tarian tradisional yang salah satunya adalah Gending Sriwijaya, tarian ini berasal dari masa kejayaan kemaharajaan Sriwijaya di Kota Palembang yang mencerminkan sikap tuan rumah yang ramah, gembira dan bahagia, tulus dan terbuka terhadap tamu yang istimewa itu.
Tarian Gending Sriwijaya digelarkan oleh 9 penari muda dan cantik-cantik (penari harus berjumlah ganjil)  yang berbusana Adat Aesan Gede, Selendang Mantri, paksangkong, Dodot dan Tanggai. Mereka merupakan penari inti yang dikawal dua penari lainnya membawa payung datombak.  Dalam bentuk aslinya musik pengiring ini terdiri dari gamelan dan gong. Sedang peran pengawal kadang-kadang ditiadakan, terutama apabila tarian itu dipertunjukkan dalam gedung atau panggung tertutup. Penari paling depan membawa tepak sebagai Sekapur Sirih untuk dipersembahkan kepada tamu istimewa yang datang, diiringi dua penari yang membawa pridon terbuat dari bahan kuningan. Persembahan Sekapur Sirih ini menurut aslinya hanya dilakukan oleh putri raja, sultan, atau bangsawan. Pembawa pridon biasanya adalah sahabat akrab atau inang pengasuh sang putri. Demikianlah pula penari-penari lainnya.

Tari Tanggai 
Tanggai
Tari tepak atau tari tanggai yang biasa digelarkan untuk menyambut tamu-tamu terhormat. Tarian ini memiliki persamaan dengan tari Gending Sriwijaya. Bedanya terdapat pada jumlah penari dan busananya. Tari tepak atau tanggai dibawakan oleh 5 penari sedangkan tari Gending Sriwijaya 9 penari. Busana penari tepak atau tanggai ini tidak selengkap busana dan asesoris penari Gending Sriwijaya.  Perpaduan gerak gemulai penari melambangkan keharmonisan hidup masyarakat Palembang. Tari Tanggai sering dipergunakan dalam acara pernikahan masyarakat Sumatera Selatan dan acara-acara resmi organisasi.
 

2 komentar:

Anonim mengatakan...

good...

Riny Muliawan mengatakan...

Halo,

Dimana kalau mau sewa penari tanggai di Palembang ya?

Terima Kasih.
Salam,
Riny